Workshop ini mengajak pesertanya memvisualkan puisi dalam media audio visual, peserta workshop sekitar 60 orang, mulai dari smu, guru, praktisi, hingga umum. saya sebagai salah satu peserta sangat antusias mengikutinya, salah satu alasannya karena pembawa workshopyang memiliki prestasi Film cemerlang di Austria namanya Valentina, alumnus IKJ jurusan akademi perfilmman. tampilanya yang cuek dan rokr, menunjukkan identitasnya sebagai pekerja seni kreatif.
Workshop ini dibagi V Kelompok, dan masing-masing klp diwajibkan membuat satu karya puisi yang divisualkan dengan media film. banyak ide-ide dari peserta workshop diantaranya: ibu yang dianggkat dalam perspektif berbeda, isu global warming, kelahiran seorang anak hingga tema yang saya anggkat tentang penderitaan anak-anak korban perang di Gaza.
Panitia begitu puas dengan hasil-hasil yang didapatkan, setiap klp punya ciri dan identitas masing-masing. Banyak hal yang didapat disini dan ucapan sangat-sangat terimakasih kepada Balai Bahasa Denpasar dan Indoindie Creative House atas penyelenggaraan ini, ingin rasanya kegiatan ini rutin diadakan 2 kali setahun untuk meningkatkan gairah Film di Bali yang sangat tertinggaljauh oleh wilayah lain.
Berikut foto-foto kegiatan workshop Benggkel Sastra ini
Akhir Kata "Kebersamaan ini tak kan pernah terlupakan"



Comments
0 comments to "Film Untuk Anak-Anak Gaza"
Poskan Komentar