" Aku Untuk Indonesiaku " Juara I Lomba Karya Jurnalistik Nasional Kategori Film Pendek 2008
Murid pertama saya seorang bapak-bapak dari Jimbaran, orangnya kaya raya dan memiliki hobby musik, komunikasi cara mengajar saya yg rileks dan bersahabat membuat kita seperti teman dan saling sharing, seiring waktu banyak alat-alat video yang dibeli seperti camcorder panasonic MD 10000 hingga membeli camcorder Profesional Sony PD170 yang harganya mencapai 35 juta. saya makin tertarik di Video ketika bersamanya membuat video klip dan saya makin tertantang untuk membuat karya.
Kode dari Tuhan
Setelah ikut-ikut membuat video klip, saya makin ingin membuat karya dan melihat di koran Bali post ttg lomba Karya Jurnalistik membuat film pendek bertema Kebangkitan Nasional yang diselenggarakan oleh Perwani PERSATUAN WARTAWAN MULTIMEDIA INDONESIA. Saya pun meminjam Handycam kepada murid saya yang lain, ketika itu handycamnya masih analog menggunakan kaset HI-8 dan saya infestasi membeli tripot yang harganya tidak seberapa, dengan bermodalkan keinginan berkarya dari dasar hati nurani dan di temani seorang sahabatku aku mengambil gambar di nusa dua, bahkan aku tak tau apa yang akan ku syutting, tapi dengan ide kreatifku yang tidak pernah mati, aku putuskan aku yang menjadi artisnya dg menggunakan tripot dan di bantu rekan saya Handrian, akhirnya karya itu dikirim, aku tak peduli apakah menang apa tidak yang jelas aku mau berkarya dan utuk port folio. akhirnya keajaiban itu datang setlah 3 bulan tanpa kabar dan aku kaget aku juara 1 dan ini tingkayt Nasional, sebuah kode yang begi besar dari Tuhan, karena aku berfikir, aku tak pernah dapet pendidikan apapun ttg film dan di Bali jangankan idustri, pendidikan aja tidak ada. Setelah itu tuhan seperti terus menuntunku dan aku juga menyukai video, karena di video ada kontrol penuh yang bisa saya lakukan dari ide bahkan sampai produksi dan saya sangat nyaman dengan itu. saya sendiri merasa di berikan karunia karena teman2 sebaya saya sangat jarang menyukai video. keajaiban terus terjadi atas kuasa Tuhan, aku masuk 10 Besar EAGLE AWARD Metro Tv, Kompetisi dan Produksi Film Dokumenter dan Ke Jakarta untuk Pithing Forum, lalu aku diundang Kalyana Shira Film utk masuk Master Class Project Change, sebuah kegiatan khusus sineas yang berprestasi Indonesia yang akan membuat Film Dokumenter mengenai Perempuan. Dan sekarang di percaya untuk menangani 3 Project penting yaitu: Profile 50 Th RS Sanglah, Simulasi Penanganan Bencana BOM dan Dokumentasi Wedding penting anaknya Prof Cakra.
Atas dasar itulah saya Made Dwi Priyatna Memutuskan untuk membangun Perusahaan ini yang bernama Dwi Creative Production khusus menangani Film Dokumenter Bali dan Creative Audio Visual seperti Profile, dokumentasi, Video Klip, Indie Movie, Acara TV dan sebagainya.
Setelah ikut-ikut membuat video klip, saya makin ingin membuat karya dan melihat di koran Bali post ttg lomba Karya Jurnalistik membuat film pendek bertema Kebangkitan Nasional yang diselenggarakan oleh Perwani PERSATUAN WARTAWAN MULTIMEDIA INDONESIA. Saya pun meminjam Handycam kepada murid saya yang lain, ketika itu handycamnya masih analog menggunakan kaset HI-8 dan saya infestasi membeli tripot yang harganya tidak seberapa, dengan bermodalkan keinginan berkarya dari dasar hati nurani dan di temani seorang sahabatku aku mengambil gambar di nusa dua, bahkan aku tak tau apa yang akan ku syutting, tapi dengan ide kreatifku yang tidak pernah mati, aku putuskan aku yang menjadi artisnya dg menggunakan tripot dan di bantu rekan saya Handrian, akhirnya karya itu dikirim, aku tak peduli apakah menang apa tidak yang jelas aku mau berkarya dan utuk port folio. akhirnya keajaiban itu datang setlah 3 bulan tanpa kabar dan aku kaget aku juara 1 dan ini tingkayt Nasional, sebuah kode yang begi besar dari Tuhan, karena aku berfikir, aku tak pernah dapet pendidikan apapun ttg film dan di Bali jangankan idustri, pendidikan aja tidak ada. Setelah itu tuhan seperti terus menuntunku dan aku juga menyukai video, karena di video ada kontrol penuh yang bisa saya lakukan dari ide bahkan sampai produksi dan saya sangat nyaman dengan itu. saya sendiri merasa di berikan karunia karena teman2 sebaya saya sangat jarang menyukai video. keajaiban terus terjadi atas kuasa Tuhan, aku masuk 10 Besar EAGLE AWARD Metro Tv, Kompetisi dan Produksi Film Dokumenter dan Ke Jakarta untuk Pithing Forum, lalu aku diundang Kalyana Shira Film utk masuk Master Class Project Change, sebuah kegiatan khusus sineas yang berprestasi Indonesia yang akan membuat Film Dokumenter mengenai Perempuan. Dan sekarang di percaya untuk menangani 3 Project penting yaitu: Profile 50 Th RS Sanglah, Simulasi Penanganan Bencana BOM dan Dokumentasi Wedding penting anaknya Prof Cakra.
Atas dasar itulah saya Made Dwi Priyatna Memutuskan untuk membangun Perusahaan ini yang bernama Dwi Creative Production khusus menangani Film Dokumenter Bali dan Creative Audio Visual seperti Profile, dokumentasi, Video Klip, Indie Movie, Acara TV dan sebagainya.


Comments
1 comments to "Latar Belakang Perusahaan"
27 Januari 2010 15:26
Semangat anda menjadi sumber inspirasi anak bangsa.
Maju terus DwiCreative!!!
Poskan Komentar